Imam Ideal di Era Digital: Jangkar Spiritual dan Penggerak Umat Berbasis Data
Event Dakwah

Imam Ideal di Era Digital: Jangkar Spiritual dan Penggerak Umat Berbasis Data

July 05, 2026 3 min read
CMS Profile
Published on July 05, 2026
Last updated: Jul 05, 2026
Imam Ideal di Era Digital: Jangkar Spiritual dan Penggerak Umat Berbasis Data

Imam Ideal di Era Digital: Jangkar Spiritual dan Penggerak Umat Berbasis Data

Analisis taktis mengenai peran strategis Prof. Tholabi Banten dan Prof. Hasani Tangsel dalam menakhodai transformasi manajemen masjid berbasis data di era digital.

Jumat , 4 Juli 2026 adalah moment yang bersejarah bagi para Imam masjid di propinsi Banten yakni momen pelantikan serentak Pengurus Wilayah (PW) IPIM Provinsi Banten di bawah nakhoda Prof. Dr. KH. Ahmad Tholabi Kharlie, MA, serta Pengurus Daerah (PD) IPIM se-Provinsi Banten — termasuk PD IPIM Kota Tangerang Selatan yang diamanahkan kepada Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said, MA dan Dr. (HC) HRT. Isqowi Indaddien Masya, MM — merupakan momentum emas yang sangat kontekstual. Pelantikan langsung oleh Menteri Agama selaku Ketua Umum Pengurus Pusat IPIM pada hari Jumat kemarin menegaskan bahwa cetak biru "Imam Ideal Era Digital" ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah instruksi gerakan nyata. 

Jika kriteria imam ideal di atas dikaitkan dengan nakhoda baru IPIM di bumi Banten, berikut adalah titik temu strategisnya : 

1. Legitimasi Otoritas Keilmuan di Pucuk Pimpinan

Hadirnya figur akademisi sekaligus ulama seperti Prof. Tholabi Kharlie di tingkat wilayah dan Prof. Hasani Ahmad Said di Tangerang Selatan menjamin poin pertama : Kompetensi Keagamaan yang Otoritatif. Keduanya adalah representasi dari kedalaman turas (keilmuan klasik) yang bersanding dengan metodologi modern. Ini menjadi modal utama agar IPIM Banten dan Tangsel dapat melahirkan standardisasi imam yang moderat ( washatiyyah ), mampu membentengi umat dari arus paham ekstrem di dunia maya.  

2. Tangsel sebagai Hub Digital dan Peran Strategis Gus Isqowi

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan ibu kota dan dikenal sebagai kota satelit yang modern, Tangerang Selatan adalah "medan perang" digital yang sesungguhnya. Jamaah di Tangsel sangat heterogen, melek teknologi, dan didominasi oleh generasi muda. 

- Di sinilah peran Gus Isqowi  sebagai Sekretaris PD IPIM Tangsel menjadi sangat krusial. Dengan latar belakang manajemen dan pemahaman yang kuat terhadap tata kelola organisasi serta lanskap digital, duet antara Prof. Hasani (sebagai jangkar keilmuan) dan Gus Isqowi (sebagai motor penggerak manajerial) adalah kombinasi ideal untuk mengeksekusi program Melek Digital ( Tech-Savvy ) dan Pemberdayaan Berbasis Data .

3. IPIM Banten Sebagai Wadah Pemberdayaan ( Community Leader ) 

Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) bukan sekadar paguyuban tempat berkumpul, melainkan sebuah wadah strategis untuk menaikkan kelas para imam. Melalui kepengurusan yang baru dilantik ini, IPIM memiliki legitimasi penuh untuk : 

- Akselerasi Kompetensi : Menyusun program kerja nyata, seperti pelatihan manajemen masjid berbasis digital, literasi media sosial untuk para imam, hingga integrasi ekosistem ekonomi masjid (QRIS, optimalisasi ZISWAF). 

- Menjembatani Generasi : Memastikan imam-imam masjid di Banten dan Tangsel mampu merangkul Gen Z dan Alpha melalui pendekatan yang inklusif, responsif terhadap isu kesehatan mental, serta cakap memanfaatkan ruang privat digital ( konsultasi via  chat/DM ) sebagai perpanjangan tangan dari mihrab masjid.  

4. Sinergi Nasional Menuju "Digital Akhlaq"

Pelantikan yang dihadiri dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama selaku Ketua PP IPIM menandakan adanya keselarasan visi dari pusat hingga daerah. IPIM Banten dan Tangsel kini mengemban misi nasional untuk menjadikan imam masjid sebagai teladan dalam Integritas Digital (Digital Akhlaq  ). Di tengah tahun-tahun politik atau dinamika sosial yang rentan polarisasi, para imam di bawah naungan IPIM harus menjadi pendingin suasana ( cooling system ) baik di dunia nyata maupun di media sosial. 

Catatan Strategis

Selamat atas dilantiknya segenap pengurus PW IPIM Provinsi Banten dan PD IPIM se-Provinsi Banten. Selamat berkhidmat untuk Prof. Dr. KH. Ahmad Tholabi Kharlie, MA, Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said, MA, dan Dr. (HC) Isqowi Indaddien Masya, MM. Tugas besar telah menanti: membawa para imam di Banten keluar dari batas-batas fisik mihrab, dan menuntun umat melintasi ruang digital dengan selamat, teduh, dan berdaya. ( Penulis Rono Sentiko )

Tags

#ustadz untuk pengajian

Related Articles

Chat with us on WhatsApp